Standar 4: Penerimaan Siswa, Kemajuan, Pengakuan, dan Sertifikasi

Penerimaan mahasiswa baru di UPI secara umum dilakukan melalui 3 (tiga) jalur, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri/SNMPTN (30%), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri/SBMPTN (40%), dan Ujian Mandiri/UM (30%). Penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada siswa SMA/SMK/MA di dalam dan luar negeri (Sekolah Republik Indonesia/SRI) yang memiliki prestasi unggul untuk menempuh pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN); dan memberikan peluang kepada PTN untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi. Sementara penerimaan mahasiswa baru melalui SBMPTN dimaksudkan untuk menyeleksi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu berdasarkan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh PTN; memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah; dan memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi negeri tujuan berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi siswa lainnya. Selanjutnya Seleksi Mandiri Universitas Pendidikan Indonesia (SM UPI) bertujuan untuk memperoleh calon mahasiswa unggul dengan memberi kesempatan kepada masyarakat secara lebih luas untuk menjadi mahasiswa UPI, dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Seleksi Mandiri UPI dilakukan untuk memfasilitasi masih banyaknya calon mahasiswa yang berpotensi tinggi namun belum dapat lulus pada seleksi SNMPTN dan SBMPTN. Melalui kesempatan mengikuti seleksi mandiri di UPI diharapkan calon mahasiswa yang berpotensi tinggi tersebut dapat mengapai cita-citanya dan berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pendidikan. Semua informasi penerimaan mahasiswa baru di atas, dapat diakses secara daring melalui http://pmb.upi.edu.

Jalur penerimaan melalui SNMPTN merupakan jalur undangan bagi calon mahasiswa berprestasi pada jenjang satuan pendidikannya. Penyelenggara/penanggung jawab SNMPTN adalah Kemristekdikti, melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Syarat siswa yang berhak mengikuti SNMPTN, antara lain: (a). Siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas 12) pada tahun 2019 yang memiliki prestasi unggul. (b). Memiliki NISN yang terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). (c). Memiliki nilai rapor yang telah diisikan oleh sekolah di PDSS. (d). Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Sementara jalur masuk melalui SBMPTN penyelenggara/ penanggung jawabnya sama yaitu Kemristekdikti, dengan persyaratannya adalah (a) Siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2017, 2018 harus sudah memiliki ijazah. (b) Bagi siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2019 memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, sekurang-kurangnya memuat informasi jati diri dan pasfoto berwarna terbaru yang bersangkutan dengan ditandatangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap stempel yang sah. (c) Memiliki Nilai UTBK. (d) Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi. (e) Memiliki NISN. (f). Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah PORTOFOLIO. (g) Biaya UTBK ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah. (h) Tidak lulus jalur SNMPTN 2019.

Selanjutnya jalur masuk UPI lainnya adalah melalui jalur mandiri oleh UPI, harus memenuhi persyaratan umum (a) Lulusan SMA/MA/SMK/Paket C tahun 2019, 2018, dan 2017. (b) Memiliki sertifikat nilai UTBK LTMPT 2019. (c) Mempunyai kesehatan fisik yang tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihannya; dan persyaratan khusus: (a) Pendaftar yang memilih program studi Pendidikan IPA (International Program on Science Education/IPSE) mampu berbahasa Inggris secara aktif (perkuliahan diselenggarakan dalam Bahasa Inggris). (b) Pendaftar yang memilih program studi Ilmu Pendidikan Agama Islam mampu membaca Al-Qur’an. (c) Pendaftar yang memilih program studi Seni Rupa, Desain Komunikasi Visual, Film dan Televisi, Pendidikan Kimia, atau Kimia tidak buta warna parsial dan tidak buta warna total.

Setelah calon mahasiswa baru diterima di UPI, mereka melaksanakan pembelajaran dengan fasilitas yang sudah disediakan oleh universitas. Rata-rata mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran UPI yang dapat menyelesaikan studi tepat waktu (8 semester atau rentang 3,5 sd. 4 tahun) adalah 35%. Prestasi akademik mahasiswa selalu dipantau oleh Dosen Pembimbing Akademik dan dapat dilihat diantaranya melalui pada Sistem Input Nilai Dosen (SINDO). Selanjutnya terkait lulusan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran tersebar untuk melanjutkan karir pribadinya, yaitu melanjutkan kuliah, bekerja sebagai guru, bekerja pada perusahaan, dan bekerja secara mandiri (wirausaha).

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran yang lulus mendapatkan gelar akademis Sarjana Pendidikan. Mereka akan mendapatkan ijasah dan transkrip nilai, Sertifikat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI). Kebijakan ini diberlakukan oleh UPI untuk memberikan kesempatan kepada lulusan dapat bersaing dengan lulusan lain.