PROPOSAL TEKNOLOGI PADA PEMETAAN BIOPORI MAHASISWA UPI DIDANAI KEMENDIKBUD RI MELALUI PROGRAM HOLISTIK PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN DESA (PHP2D)

Teknologi sebagai sarana  dalam mempermudah hidup menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai aspek, tak terkecuali 19 orang mahasiswa UPI Bandung dari berbagai jurusan dan tergabung dalam satu UKM yang sama yaitu UKM LEPPIM (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Intelektual Mahasiswa). Para mahasiswa ini mengikuti Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2020 yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di desa tersebut serta potensi, khususnya yang berhubungan dengan teknologi di melalui kerja sama dengan mahasiswa agar keduanya bisa mengimbangi zaman 4.0 ini. Para mahasiswa yang tergabung dalam tim ini salah satunya yaitu Risani Bulandari Mahasiswa Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran Angkatan 2018.

Tim yang diarahkan oleh dosen pembimbing UKM LEPPIM, Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T ini mengusung tema yang berkaitan dengan teknologi dalam pemetaan biopori, yang  berjudul “Pemetaan BnB (Biopori dan BiWeb) Berbasis IoT Guna Menanggulangi Banjir di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat”. Tim BnB ini melaksanakan programnya di desa Wangunsari Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada Juni 2020 hingga November 2020. Dan memilih desa ini karena sering terjadi banjir akibat curah hujan tinggi serta kemiringan lahan yang curam. Teknologi yang diterapkan dalam program ini berupa situs website yang bernama BiWeb, yang di dalamnya terdapat informasi mengenai lokasi pemetaan biopori, profil tim, lalu web ini bertujuan untuk mendukung BMKG dalam memberikan informasi tentang perkiraan terjadi banjir khususnya di Desa Wangunsari, serta membantu pemerintah desa dalam menentukan kebijakan penggunaan biopori demi menanggulangi masalah banjir.

 

Teknologi berbasis web ini terhubung dengan 120 unit biopori atau lubang-lubang kecil yang berisi udara dan menjadi jalur mengalirnya air. sehingga air hujan tidak langsung masuk ke saluran pembuangan air, tetapi meresap ke dalam tanah, serta adanya lubang resapan biopori yang diisi dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori tersebut yang dipasang di desa Wangunsari.

Walaupun di suasana pandemi ini Risani Bulandari dan teman teman nya yang lain tetap bersemangat menjalankan program PHP2D ini “Alhamdulillah walaupun sedang dalam masa pandemic covid-19, Program biopori dari tim kami dapat terealisasikan dengan baik dan bermanfaat untuk warga sekitar, yang tadinya desa tersebut sering mengalami banjir, setelah adanya biopori ini genangan air yang sering kejalan dan mengakibatkan banjir kapasitas airnya sediki demi sedikit menurun.” Ucap Risani sebagai salah satu anggota tim Bnb PHP2D.

Agar PHP2D Biopori dan Biweb dapat tersosialisasikan dengan baik, dapat berdampak besar mengatasi permasalahan banjir, berharap agar program Biopori dan Biweb tetap berkelanjutan, dan tetap menjaga silaturahmi dengan masyarakat Desa Wangunsari.” Selain itu, Dengan adanya pemasangan biopori lumayan  dapat menahan batu-batu yang biasanya kalo hujan deras suka berserakan ke jalan, karena arusnya sedikit tertahan dengan resapan biopori tersebut,” ujar Bu RW 12 saat diwawancarai bulan Oktober lalu.