Penanaman Program Studi di Universitas

Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran memiliki visi “Menjadi program studi pelopor dan unggul dalam menyelenggarakan pendidikan bidang manajemen perkantoran terujuk secara nasional pada tahun 2025” (Lampiran 1: Visi-Misi Prodi), yang sudah sejalan dengan visi UPI, pelopor dan unggul (Lampiran 2: Visi-Misi UPI) dalam bidang pendidikan serta juga selaras dengan visi fakultas pelopor dan unggul (a leading and outstanding) dalam penyelenggaraan pendidikan ilmu ekonomi dan bisnis berbasis syariah di Indonesia pada tahun 2025 (Lampiran 3: Visi-Misi FPEB). Berdasarkan visi program studi dan sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi: (1) Pendidikan dan Pengajaran, (2) Penelitian dan Pengembangan, dan (3) Pengabdian Kepada Masyarakat, Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran merumuskan tiga misi, yaitu (1) Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten dalam pembelajaran dan bidang ilmu manajemen perkantoran. (2) Menyelenggarakan penelitian dan publikasi ilmiah guna mengembangkan pembelajaran dan ilmu manajemen perkantoran. (3) Menyelenggarakan layanan pengabdian pada masyarakat guna memberikan kontribusi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pendidikan dan manajemen perkantoran.

Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran mempersiapkan calon guru di Bidang Manajemen Perkantoran. Di Indonesia, persyaratan untuk menjadi guru diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, diantaranya memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1) serta memiliki kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik berkaitan dengan pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sementara kompetensi profesional berkaitan dengan penguasaan materi pembelajaran, substansi keilmuan yang menaungi materi, dan penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

Berdasarkan visi-misi dan persyaratan kompetensi guru yang diatur dalam Undang-undang Guru dan Dosen No. 14/2005 (Lampiran 4: UU No. 14/2005 tentang Guru dan  Dosen), Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran berupaya memenuhi tuntutan tersebut dengan membekali mahasiswa dengan dua (2) fokus kajian, yaitu Ilmu Pendidikan dan Ilmu Manajemen Perkantoran (Lampiran 5: Kurikulum Prodi). Kajian ilmu Manajemen Perkantoran yang meliputi (1) Manajemen Mutu, (2) Manajemen Kearsipan, (3) Komunikasi Perkantoran, serta (4) Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi, diarahkan untuk memenuhi tuntutan kompetensi profesional guru, sehingga dengan kedua fokus kajian tersebut, mahasiswa akan menjadi guru yang mampu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi, dan mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar dan teknologi yang relevan.

Dengan demikian dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat), Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran fokus pada kajian pendidikan seperti perencanaan pembelajaran, metode pengajaran, media pembelajaran, model-model pembelajaran, dan penilaian pembelajaran, serta ilmu manajemen perkantoran, yang meliputi Manajemen Mutu, Manajemen Kearsipan, Komunikasi Perkantoran, dan Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi.

Setiap tahun Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran menerima kurang lebih 100 mahasiswa. Saat ini prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran sedang mendidik sebanyak 481 mahasiswa dan yang aktif sebanyak 460 mahasiswa, sisanya sudah lulus, mengundurkan diri dan cuti kuliah (Lampiran 6: Daftar Mahasiswa).

Selanjutnya dalam rangka mewujudkan visi-misi, program studi membentuk tim kerja yang masing-masing tim bekerja mengarah pada pencapaian visi-misi program studi, dan pencapaian indikator kinerja universitas dan fakultas. Bidang kerja yang dimaksud adalah:  (1) Bidang Akademik; (2) Bidang Penyelesaian Studi Mahasiswa; (3) Bidang Laboratorium; (4) Bidang Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat; (5) Penjaminan Mutu; (6) Bidang Kemahasiswaan; (7) Bidang Keuangan; dan (8) Bidang Penerbitan Jurnal (Lampiran 7: Struktur Organisasi/SK Pengelola Prodi).

Posisi program studi dalam lingkup perencanaan strategis secara keseluruhan di universitas merupakan unit akademik terkecil di universitas. Oleh karena itu program studi merupakan kepanjangan tangan dari universitas dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. UPI pada dasarnya merupakan lembaga yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi guru/tenaga pendidik. Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran merupakan salah satu program studi yang menyiapkan lulusannya untuk menjadi guru bidang Manajemen Perkantoran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) (Lampiran 5: Kurikulum Prodi).

Layanan yang diberikan oleh UPI kepada mahasiswa meliputi layanan organisasi, kegiatan kemahasiswaan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan melaksanakan bimbingan karir melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bimbingan dan Konseling dan Pengembangan Karir. Secara khusus, layanan yang diberikan kepada mahasiswa adalah: (1) mahasiswa memiliki Dosen Pembimbing Akademik yang bertujuan untuk konsultasi akademik, permasalahan perkuliahan dan lain-lain, (2) terdapat dosen khusus yaitu dosen bidang kemahasiswaan yang memberikan layanan dan memfasilitasi kegiatan Kemahasiswaan yang dikoordinasikan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Manajemen Perkantoran (HIMAPENA); (3) Pada awal perkuliahan mahasiswa baru, program studi memberikan kegiatan pemotivasian terkait perkuliahan di perguruan tinggi (Bimawa); (4) Melaksanakan bimbingan karir dan bursa tenaga kerja. Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran juga menyisihkan sebagian dari anggarannya untuk membantu mahasiswa yang memiliki kendala ataupun kesulitan dalam membayar uang kuliah tunggal (UKT) Secara umum, prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran juga membantu kegiatan kemahasiswaan dengan memberikan dukungan berupa moril dan dana berlangsungnya kegiatan tersebut. Bantuan kegiatan mahasiswa dalam bentuk dana diatur dalam Pedoman Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). (Lampiran 8: Pedoman Penyusunan RKAT UPI)

Pelaksanaan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijabarkan dalam program dan kegiatan menuntut pendanaan untuk pembiayaannya. Fakultas dan Program Studi mendapat pagu anggaran/keuangan dari universitas. Pembiayaan kegiatan prodi dituangkan dalam rencana anggaran prodi, yang dibuat setiap tahun dan dituangkan dalam dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari RKAT FPEB. Jumlah dana RKAT program studi ditetapkan oleh universitas berdasarkan jumlah mahasiswa sebagai parameter utama. Dana tersebut bersumber dari dana Non PNBP dan BOPTN. Pengelolaan pendanaan di tingkat prodi diselenggarakan oleh PUMK dan dibantu seorang tenaga pembukuan yang diangkat secara sah berdasarkan surat keputusan dekan. Aktivitas pengelolaan pendanaan yang dilakukan menyangkut: (1) Pencatatan penerimaan dana dari sumber-sumber yang ada; (2) Pencatatan pengeluaran dana untuk pelbagai keperluan atau kebutuhan; (3) Pembuatan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran dana. Adapun pengelolaan anggaran secara administratif dilakukan oleh fakultas dan perencanaan anggaran dilakukan oleh prodi dengan koordinasi fakultas. Secara umum pengalokasian dana yang diterima oleh Program Studi Pendidikan Manajemen perkantoran digunakan untuk pendanaan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Prodi juga menyisihkan sebagian dari anggarannya untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk membayar uang kuliah tunggal (UKT) (kurang lebih 2% dari anggaran program studi) dan prodi juga membantu kegiatan kemahasiswaan dengan alokasi dana 5-10% dari total anggaran yang ada di program studi. (Lampiran 9: RKAT Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran)