Penanaman Program Studi di Jurusan / Fakultas

Eksistensi Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran memiliki sejarah panjang, yang tidak terpisahkan dari sejarah Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB). FPEB merupakan fakultas yang berasal dari Jurusan Pendidikan Ekonomi yang kemudian ditetapkan menjadi sebuah fakultas oleh UPI pada tahun 2009 dengan tujuh program studi, yaitu Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Bisnis, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Manajemen Perkantoran, Akuntansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam. FPEB sebagai salah satu fakultas dari delapan fakultas yang dimiliki UPI memiliki visi “Menjadi fakultas pelopor dan unggul (a leading and outstanding) dalam penyelenggaraan pendidikan ilmu ekonomi dan bisnis berbasis syariah di Indonesia pada tahun 2025”. Selama perjalanannya, FPEB telah banyak menyelenggarakan seminar maupun konferensi internasional seperti Global Conference on Business, Management and Entrepreneurship (GCBME) dari Program Studi Pendidikan Bisnis, International Conference on Economic Education and Entrepreneurship (ICEEE) dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, ICIEBP dari Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam, dan International Conference on Economics, Business, Entrepreneurship, and Finance (ICEBEF) dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Pendidikan Manajemen Perkantoran. (Lampiran 10: Kegiatan Internasionalisasi).

Pengajaran inti di Prodi Pendidikan Manper terdiri atas enam kelompok mata kuliah yaitu: Kelompok mata kuliah umum, keahlian fakultas, keahlian profesi departemen/prodi, keahlian departemen atau prodi, dan pengalaman lapangan. Setiap program studi yang ada di fakultas memiliki tujuh Kelompok Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKKF) yang harus diikuti oleh mahasiswa (Lampiran 5: Kurikulum Prodi). Secara akademik program studi bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pengajaran, namun secara administratif fakultas memfasilitasi pengajaran. Fakultas menyediakan laboratorium bersama untuk memenuhi kebutuhan di tingkat proam studi. Program lain yang ditawarkan di fakultas yaitu terdapat program sertifikat profesi (khusus untuk Pendidikan Manajemen Perkantoran menyediakan sertifikasi kompentesi bidang Administrasi Perkantoran), yang berada di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (Lampiran 11: Lembaga Sertifikasi Profesi Administrasi Perkantoran). Penelitian yang dilakukan oleh Prodi Pendidikan Manper didasarkan pada payung penelitian fakultas.

Secara umum, guna mendukung program layanan bimbingan konseling untuk mahasiswa, FPEB menyelenggarakan rapat koordinasi dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terkait layanan tersebut. FPEB juga melaksanakan bimbingan karir untuk mahasiswa setiap wisuda dan pelatihan kewirausahaan bagi mahasiswanya. Dalam penyelenggaraannya, terdapat dua jenis assessment di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) dan Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran, yaitu assessment eksternal dan assessment internal. Secara eksternal, organisasi yang melakukan penilaian terhadap kinerja Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran dan FPEB ialah Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang menilai berdasarkan tujuh standar (Lampiran 12: Sertifikat BAN PT). Penilaian terhadap kualitas layanan dilakukan dengan menggunakan standar internasional ISO (Lampiran 13: Sertifikat ISO 9001:2015). Sementara itu, assessment internal dilakukan oleh Satuan Penjamin Mutu (SPM) Universitas dan Satuan Audit Internal (SAI). Internasionalisasi studi dilakukan melalui MoU dan MoA dengan berbagai institusi di luar negeri yang dikoordinasikan oleh universitas. Contoh kerjasama yang telah dilakukan oleh Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran ialah kerjasama dengan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia dalam bidang research, student exchange, seminar dan konferensi. (Lampiran 14: Dokumen MoU/MoA)

Struktur sumber daya manusia di fakultas terdiri dari Dekan yang memiliki tiga Wakil Dekan yaitu: Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumberdaya, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan. Kemudian terdapat Kepala Bagian Tata Usaha yang mengepalai tiga Sub Bagian yaitu Sub Bagian Keuangan dan Sumber Daya, Sub Bagian Kemahasiswaan dan Sub Bagian Fasilitas & TIK. Lalu, dibawahnya terdapat tujuh prodi yang didukung oleh laboratoriumnya masingmasing. FPEB juga memiliki Satuan Kendali Mutu (SKM). FPEB memiliki 122 dosen dari ketujuh prodi dan dibantu oleh 32 tenaga kependidikan. Sumber daya manusia pengelola dan pelaksana kegiatan di Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran terdiri dari tenaga dosen, administrasi, dan didukung oleh tenaga teknisi (laboran) serta pustakawan yang ada di tingkat universitas. Semua sumber daya manusia tenaga pengajar yang ada di Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran sistem seleksinya sesuai dengan peraturan yang yang berlaku. Saat ini tenaga dosen berjumlah 24 orang dosen tetap yang bidang keahliannya sesuai dengan program studi dan semuanya minimal berpendidikan S2. Dari 24 dosen ini, dua orang berkualifikasi guru besar, lektor kepala 11 orang, lektor 4 orang, dan 7 orang asisten ahli. Dilihat dari jenjang pendidikannya 13 orang S3 dan 11 orang S2. Para dosen yang sudah bergelar doktor 3 diantaranya sedang diusulkan menjadi guru besar. Selain tenaga dosen di tingkat program studi juga ada tenaga administrasi satu orang dengan jenjang pendidikan S1 (Lampiran 15: Daftar Dosen Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran). Selain itu, SDM di Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran juga menduduki beberapa jabatan struktural seperti Direktur Kemahasiswaan, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumberdaya, Kepala Arsip Universitas, Kepala Divisi di BPPU, Ketua Prodi di Sekolah Pasca Sarjana  UPI, dan Senat Akademik Universitas. Pengelolaan keuangan Prodi Pendidikan Manajemen Perakantoran setiap tahun dituangkan dalam dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT)  yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari RKAT FPEB. Jumlah dana RKAT program studi ditetapkan oleh universitas berdasarkan jumlah mahasiswa sebagai parameter utama. Dana tersebut bersumber dari dana Non PNBP dan BOPTN. Guna memastikan sumber daya keuangan memadai terdapat proses evaluasi dan analisis kebutuhan sumber daya baik di tingkat fakultas maupun Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran. Kriteria yang diterapkan saat mendistribusikan keuangan di fakultas didasarkan pada kriteria yang bersumber pada Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan dan didistribusikan oleh universitas berdasarkan kesanggupan unit kerja.

Pengelolaan keuangan Program Studi Pendidikan Manajemen Perakntoran setiap tahun dituangkan dalam dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari RKAT FPEB. Jumlah dana RKAT program studi ditetapkan oleh universitas berdasarkan jumlah mahasiswa sebagai parameter utama. Dana tersebut bersumber dari dana Non PNBP dan BOPTN. Guna memastikan sumber daya keuangan memadai terdapat proses evaluasi dan analisis kebutuhan sumber daya baik di tingkat fakultas maupun Prodi Pendidikan Manper. Kriteria yang diterapkan saat mendistribusikan keuangan di fakultas didasarkan pada kriteria yang bersumber pada Key Performance Indicator (KPI) yang ditetapkan dan didistribusikan oleh universitas berdasarkan kesanggupan unit kerja.