Dr. H. Ade Sobandi, M.Si., M.Pd. : Kepemimpinan Kepala Sekolah Pengaruhi Produktivitas Sekolah

Bandung, UPI

Sekolah sebagai organisasi sosial diharapkan mampu memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat mengenai pendidikan berkualitas yang mampu menyiapkan sumber daya yang dapat bersaing dalam percaturan dunia yang semakin kompleks. Untuk kepentingan ini, produktivitas sekolah menjadi syarat yang tidak bisa ditawar lagi karena karakteristik umum sekolah produktif dapat dilihat dari bentuk dan sifat organisasi sekolah tersebut.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hendaknya mampu menyiapkan peserta didik yang kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. SMK tidak hanya membentuk kemampuan kognitif, lebih dari itu membentuk mentalitas peserta didik yang terintegrasikan dengan kemampuan praktis, teoritis, maupun kompilasi keduanya. Dengan demikian SMK dapat menjembatani problematika dunia kerja tingkat menengah di Indonesia.

“Namun berdasarkan data, bahwa produktivitas SMK di beberapa SMK di Kota Bandung pada bidang keahlian bisnis dan manajemen belum optimal. Banyaknya lulusan yang tidak dapat terserap oleh dunia usaha/dunia industri (DU/DI) dikarenakan mutu kompetensi lulusan yang belum optimal yang merupakan salah satu indikasi produktivitas sekolah”, kata Dr. A. Sobandi, M.Pd., M.Si saat mempertahankan disertasi yang berjudul “Produktivitas Sekolah Menengah Kejuruan (Studi tentang Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Mengajar Guru, Iklim Sekolah, dan Fasilitas Pembelajaran terhadap Produktivitas SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di Kota Bandung)” dihadapan ketua sidang ujian promosi doktor, Kamis, 6 Agustus 2015 di Auditorium Sekolah Pascasarjana UPI, JLn. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

3

Menurut Dr. Sobandi, berdasarkan data indek pembangunan manusia dan indek daya saing bangsa tahun 2013-2014, negara Indonesia berada diperingkat 50 dibawah negara Thailand, hal ini menunjukkan kondisi rendahnya mutu sumber daya manusia. Hal tersebut merupakan masalah besar bagi bangsa Indonesia dalam persaingan era globalisasi, karena faktor kualitas atau mutu SDM sangat menentukan kemampuan kompetitif di dalam era globalisasi.

Jika bangsa Indonesia ingin berkiprah dalam persaingan global maka langkah peningkatan mutu pendidikan nasional harus menjadi perhatian serius dengan menerapkan sistem pendidikan yang berkualitas. Untuk itu upaya peningkatan mutu sumber daya manusia harus meliputi aspek intelektual, emosional, spiritual, kreativitas, moral dan tanggung jawab serta aspek-aspek lain secara komprehensif.

“Berdasarkan kondisi tersebut, tentu saja perlu dilakukan berbagai upaya perbaikan, salah satunya melalui perbaikan pengelolaan satuan pendidikan yang mengarah pada peningkatan kualitas sekolah dan diarahkan menjadi sekolah produktif sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas”, tegas pria kelahiran Pelabuhanratu Sukabumi, 1 April 1957 ini.

Dalam penelitiannya, Dr. Sobandi menjelaskan bahwa terdapat beberapa variabel yang memiliki pengaruh terhadap peningkatan produktivitas sekolah di SMK, variabel tersebut diantaranya, kepemimpinan kepala sekolah, kinerja mengajar guru, iklim sekolah, fasilitas pembelajaran.

5

Produktivitas sekolah adalah hasil dari setiap kegiatan pembelajaran, baik dalam kelas maupun luar kelas. Hal tersebut tidak lepas dari peran manajemen sekolah yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Kepala sekolah merupakan aktor dalam menciptakan situasi dan iklim yang kondusif di lingkungan sekolah.

“Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran yang sentral dalam mengatur, menetapkan peraturan dan kebijakan sekolah, sehingga keberhasilan sekolah tergantung dari kepemimpinan kepala sekolah”, kata Dosen tetap pada Prodi Pendidikan Manajemen Perkantoran FPEB UPI ini.

Dijelaskan pula bahwa hubungan antar variabel ini dapat menerangkan bahwa tingginya produktivitas sekolah dipengaruhi oleh kinerja mengajar guru, fasilitas pembelajaran dan iklim sekolah bersinergi dengan kepemimpinan kepala sekolah, saling bersinergi membentuk kesatuan yang dapat menciptakan suatu iklim sekolah yang kondusif, sehingga memberikan penguatan yang positif terhadap produktivitas sekolah. Dengan demikian, para manajer pendidikan perlu meningkatkan kinerja guru untuk mendapatkan produktivitas sekolah yang diinginkan.

10

Untuk itu kepemimpinan kepala sekolah dapat memfokuskan pada keseluruhan upaya tersebut dan untuk konteks kinerja mengajar guru berada pada tataran menciptakan pegawai yang efektif atau membuat guru lebih efektif melalui kinerja yang relevan dengan tuntutan profesi.

“Selain itu, kepemimpinan yang memperhatikan kebutuhan fisik seperti fasilitas pembelajaran akan semakin memperkuat kemampuan sekolah dalam meningkatkan produktivitas sekolah melalui pembentukan iklim yang kondusif”, ungkap Dr. Sobandi, M.Pd. (Deny/Dodi)